MotoGP pekan lalu begitu menarik perhatian banyak
pihak. Bukan karena bangkitnya Dani Pedrosa yang menaiki podium sebagai juara,
melainkan perseteruan Valentino Rossi dan Marc Marquez yang berujung pada
insiden terjatuh nya Marquez. Konsekuensi berat harus ditanggung oleh Valentino
Rossi karena mendapatkan pinalti 3 poin atau start pada posisi paling belakang,
sehingga kans Rossi untuk menjadi Juara Dunia MotoGP ke 10 kali semakin tipis.
Lalu apa point yang bisa kita ambil dari insiden ini?
Insiden ini diawali semenjak dua minggu lalu pada
saat konferensi pers, Rossi mengeluarkan statement yang bisa dikatakan “menyerang”
Marquez. Dengan mengatakan bahwa Marquez membantu Lorenzo untuk memenangi Juara
Dunia MotoGP tahun ini, karena mereka berasal dari negara yang sama yaitu
Spanyol. Kondisi semakin memanas ketika pada balapan di Sepang-Malaysia,
Marquez dan Rossi terlibat pertarungan sengit dan bahkan manuver dari Marquez
cukup berbahaya.
Rossi terprovokasi oleh aksi Marquez sehingga
melakukan tindakan yang menyebabkan Marquez terjatuh.
Pelajaran dari insiden
ini adalah bahwa masalah selalu ada dalam hidup kita baik itu masalah biasa
ataupun masalah luar biasa. Perbedaan antara pemenang dan pecundang terletak
dari bagaimana menangani masalah tersebut. Rossi telah mengorbankan peluang
besar mendapatkan gelar juara ke 10 kali dengan melakukan serangan balik ke
Marquez atau bisa dikatakan termakan provokasi Marquez.
Asumsikan saja Marquez memang benar membela Lorenzo,
dan kemudian mencoba menghalangi Rossi untuk mendekati Lorenzo. Lalu apakah
Rossi perlu menanggapi dengan amarah?dan apakah perlu memberikan serangan balasan?seharusnya
jawaban dari pertanyaan tersebut adalah tidak perlu.. Karena dengan terus
bertarung dengan sangat sengit akan ada nilai lebih ketika dia mampu menyelesaikan
tantangan ini.
Hal yang serupa juga bisa terjadi kepada kita, bukan
dalam bentuk balapan namun mungkin hal-hal yang nyaris kita peroleh namun
karena ketidaksabaran atau karena gangguan lain kita jadi bias terhadap tujuan
yang ingin kita capai. Jika Rossi pada saat itu menganggap aksi Marquez bukan
sebagai aksi provokasi melainkan aksi pertarungan di arena balap mungkin
keputusan yang diambil akan lebih bijak.
Harus punya cara agar kita bisa mengatasi semua
masalah dengan baik dan bijak. Ada beberapa kiat atau tips menghadapi masalah
dan mengambil keputusan yang telah dihimpun dari berbagai informasi, diantara
nya :
- Sediakan waktu jeda, maksudnya adalah pastikan ada waktu jeda atas reaksi kita terhadap masalah atau gangguan yang datang.
- Efek Samping, pikirkan apa yang akan terjadi jika kita mengambil tindakan apapun atas masalah yang ada.
- Prioritas, masalah datang terkadang tidak hanya satu, bisa jadi datang dua atau tiga dalam waktu bersamaan, maka tentukan mana yang memiliki dampak besar dan harus diselesaikan terlebih dahulu.
- Momentum, masalah muncul bisa jadi dengan kondisi yang cepat atau lambat, pilih waktu yang tepat untuk bereaksi.
- Filter, saring dengan tepat apa sebenarnya masalah yang dihadapi, karena selalu ada sebab akibat atas suatu kejadian. Pastikan kita menyelesaikan berdasarkan sebab.
- Cek Spion, lihat, ingat dan telaah apakah masalah ini pernah dihadapi sebelumnya, karena tidak jarang masalah yang muncul pernah terjadi sebelumnya.
- Diskusi, sebagai makhluk sosial maka berbagi dan mendiskusikan permasalahan dengan sesama akan memberikan gambaran langkah yang sebaiknya ditempuh.
Kiat diatas merupakan sebagian cara agar kita bisa menangani masalah
dengan sebaik mungkin sehingga langkah atau tindakan yang kita ambil merupakan
cara terbaik untuk mencapai tujuan.
Seandainya Rossi pada saat konfrensi pers tidak
mengeluarkan statement yang me-manas-kan perseteruan mungkin kejadiannya akan
berbeda. Namun tidak ada yang bisa memundurkan waktu dan semua telah terjadi. Saat
nya Rossi kembali ke track nya menuju Juara Dunia ke 10 dengan mempertimbangkan
banyak hal sebelum bertindak. Semoga Rossi dan pembalap lainnya bisa mengambil
pelajaran dari insiden ini. Hope the best
for Rossi and Lorenzo…

No comments:
Post a Comment